Minggu, 06 Maret 2016

Mari

Yah, mari kita abaikan perasaanku, carilah gairahmu. Aku akan tetap memandangmu, mencoba siap memapahmu bila kamu terjatuh, aku akan selalu ada disini. Mengawasimu. Mengamati senyummu, mengartikan dan menanti tawa bahagiamu.

Aku tidak akan pernah menyerah untukmu, aku hanya inginkan kamu bahagia. Bukan senyum atau tawa palsu.

Kamis, 03 Maret 2016

Oh

Baru memandang beberapa foto lama.

Oh... Aku sungguh menyayanginya. Sangat!

Rabu, 24 Februari 2016

Aku menunggumu, di halte

Aku ingin bersamamu, kemanapun, menuju tempat baru, kita berdua. Pertanyaannya, mau kah kamu bersamaku? Kita melangkah bersama, menuju hari esok yang lebih baik, melupakan masa lalu yang menyakitkan.

Aku masih menunggumu, dan akan terus menanti. Di halte bus, dimana bus akan membawa kita menuju lembaran baru. Jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan. Aku masih di sini. Menunggumu.

Kita akan mencari kebahagian baru, namun tidak akan ada kata kita bila hanya aku. Aku akan berusaha, namun bagaimana dengan kamu? Masihkah aku memiliki nilai bagimu? Aku inginkan kebahagiaanmu, senyummu, tawamu, cahayamu. Tidak inginkah kamu melihatku bahagia, tersenyum tertawa? Aku ingin menghabiskan masa tuaku bersamamu, kamu?

Aku tidak akan menuntutmu, tidak akan menggenggammu sangat erat, aku tidak akan menyakitimu. Aku mempercayaimu dan akan terus seperti itu, jangan kecewakan aku lagi sayang, jangan sakiti hatiku. Aku ingin mengobati luka hatimu, maukah kamu mengobati luka hatiku? Sebelumnya kita terjatuh, terluka. Maukah kamu untuk bangkit dan melangkah bersama? Bersama kita akan membuat langkah, mimpi, target, rencana jangka panjang, liburan, keliling dunia, kita akan menyibukkan diri dengan banyak cara untuk bahagia tanpa menyisakan waktu untuk memikirkan masa lalu.

Hatimu adalah sesuatu yang sangat indah bagiku. Aku percayakan hatiku padamu. Siapkah hatimu menuju kehidupan yang baru bersamaku. Ataukah ia masih dibayangi keresahan, kesedihan, kekecewaan atau pengharapan akan tujuan yang lain?

Mungkin aku terasa kekanakan, alay maupun childish. Namun taukah kamu sayang cinta tidak mengenal usia, seorang kakek akan merasa muda karena cinta, anak smp menjadi sangat dewasa karena cinta. Cinta akan membuat gairah yang sangat gila. Ntahlah aku pun tidak sanggup menahannya.

Aku begitu aktif, namun kamu begitu pasif. Aku tidak tau mengapa aku selalu ingin mendengar suaramu, berbicara denganmu. Tanpa kamu sadari, tanpa kamu pahami hatiku begitu perih menahan kerinduan. Memelukmu, menciummu, menggenggamu, merasakan aromamu. Itu karena kamu telah menjadi candu. Candu hatiku.

Sayang taukah kamu, aku tidak dapat menggapai bintang dilangit. Aku juga akan kedinginan di puncak himalaya. Aku juga tidak sanggup hidup terapung dilautan seumur hidup. Aku akan mati sayang. Yang aku butuhkan kamu, hanya cintamu. Bukalah hatimu, persilahkan aku masuk dan mewarnai kelam hatimu, izinkan aku menebarkan aromaku. Berikan kesempatan pada kita, untuk bahagia.

Selasa, 23 Februari 2016

Menanti kerinduan datang dalam pelukan

Aku akan survive, aku akan menantimu meski aku harus menahan kerinduan yang terpendam. Kasih yang kunanti tak kunjung datang. Aku masih harus menahan kerinduan yang kurasakan. Sayangku kasihku belahan hatiku. Datanglah dengan senyuman, datanglah dengan membawa kebahagian. Aku sungguh merindukan pelukanmu, aku ingin merasakan kasihmu.

Ntah mengapa aku merasakan cahayamu meredup, datanglah sayang aku akan membuatmu bersinar lebih terang dari sebelumnya. Aku telah mencoba memahami apa yang mengganggu pikiranmu, apa yang kamu cari. Sayangku, datanglah ke pelukanku. Kamu akan merasakan ketenangan dan kenyaman. Bersandarlah pada bahuku, lepaskan semua beban hatimu. Mari kita merangkai hari esok. Mari ini bahagia, mulai hari ini.

Masa lalu adalah pelajaran, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Segala sesuatu berawal dari niat sayang. Mulailah berniat, lalu kita akan berusaha bersama. Janganlah takut melangkah, setelah langkah pertama akan ada langkah sedua dan seterusnya. Janganlah ragu untuk bersamaku sayang, karena melangkah bersamaku adalah awal kebahagian baru kita, percayalah.

Kita adalah sepasang burung yang telah melewati angkasa bersama, kita telah melihat dunia dari bermacam sisi. Semua adalah pelajaran sayang. Kita akan lebih baik dari sebelumnya. Oh sayangku, percayakan hatimu padaku. Aku akan membuatnya bergetar, aku akan membuatnya hangat. Aku akan menempatkannya di tempat terindah. Di hatiku.

Hujan kerinduan, hujan kasih sayang, hujan perhatian, aku akan membanjirimu sayang!

Seakan musim semi akan menghampiri, hatiku begitu hangat sampai sampai aku tak memikirkan apapun  selain padanya. Ia yang selalu ku tunggu. Ia mengabarkan akan menemuiku. Ia yang sangat kurindukan. Ia pemilik hatiku.

Aku tau akan sangat sulit mengisi hatinya, mengembangkan senyumnya, mengembalikan jiwanya padaku. Ia kasihku yang beku, dingin seperti puncak himalaya. Namun taukah sayang, kehangatanku akan menghancurkan ice sedingin apapun itu. Aku memilihnya, aku mencurahkan segenap kasih padanya. Aku mempercahayakan kebahagiaanku padanya.

Ia datang padaku dalam kondisi luka parah, aku akan merawat sayangku. Aku akan menyembuhkannya seperti sebelumnya. Bahkan ia akan lebih sehat dan lebih bahagia. Namun sungguhkah kesempatan itu ada? Tatapannya terasa begitu kosong. Tawanya begitu datar. Dan panggilan begitu sepi.

Sejenak aku merangkai mimpi yang baru, namun aku sungguh takut mimpi itu akan memuai lagi. Aku tidak mengenalnya lagi karena ia yang telah berubah. Hatinya adalah yang paling penting bagiku. Kemanakah hatinya ingin melangkah? Aku selalu menunggunya, menunggunya datang namun bukan tanpa jiwa.

Ia adalah cahaya yang begitu mempesona, begitu menyakitkan melihatnya redup. Janganlah melangkah karena keterpaksaan sayang. Adakah bayangan yang menghantuimu? Adakah keinginan yang lain selain disisiku? Aku ingin kebahagiaannya selalu.

Saat ia datang dengan cahaya dan jiwa yang bergelora, aku akan mengirimkan badai cinta, menghujaninya dengan kasih sayang, menghujaninya dengan perhatian. Dan aku akan membanjiri hidupnya dengan kebahagiaan. Tak kan ada yang lain, hanya ia.

Selasa, 16 Februari 2016

Song for today

Ruth Sahanaya - Kaulah Segalanya: http://youtu.be/0Ie-HcFiEsI

Bembi yang dilupakan, bembi yang hilang

Aku tersenyum, tertawa bukan berarti aku melupakanmu. Aku hanya ingin menenangkan hatimu. Langkahku masih dijalan yang aku pilih. Aku masih merawat milik kita. Memperbaiki, merenovasi, aku memperindah semua yang kita punya. Meski aku sendiri tanpamu.

Kamu, berjalan tanpa perduli padaku, kamu terus berusaha menghapusku, tanpa memperdulikan aku ada, menunggumu. Kebahagiaanmu menghapus seluruh jejakku. Semuanya hilang, wajahku, senyumku, tawaku, suaraku, bahkan namaku. Kami menghapus semua, mungkin juga seluruh fotoku. Aku ingin kamu bahagia, namun bahagiamu membunuhku tanpa ampun.

Aku tidak percaya cinta dan janjimu sungguh rapuh, sorotan mata yang pernah menusuk jantungku padam tak bersisa. Aku ada namun tanpa arti. Aku terus membohongi diriku dengan percaya pada memoriku, tentang kasihmu, tentang kamu yang akan kembali. Sepertinya itu hanya sebuah mimpi. Apakah kamu ingin aku menjadi lemah, seseorang yang menyerah. Apakah menurutmu sayang dan cintaku segampang, semudah dan selemah itu? Ini aku bukan kamu.

Aku ingin menuntutmu, karena kamu telah membuat cintaku begitu dalam. Kamu harus bertanggung jawab. Ini semua adalah kesalahanmu. Mutlak. Karena pesonamu aku tidak sanggup berpaling. Aku tidak dapat menggambarkan seperti apa sakit yang kurasakan. Karena sakit yang kurasa, kamu tidak akan sanggup menahannya.

Tentu saja kamu tidak akan perduli padaku, aku tidak berharga. Aku seperti sekuntum bunga yang kamu beri, semakin rapuh, semakin layu, hanya menunggu untuk gugur dan mati. Untuk kebahagiaanmu aku rela, namun taukah kamu, ketika kamu menghapusku, itu adalah hukuman terkejam yang aku terima.

Aku bembi, sampai kapan pun, dimanapun. Bembi yang menunggu, bembi yang selalu merindu, bembi yang menjaga hatinya untukmu, aku adalah bembi. Bembi yang pernah kamu ucapkan kata cinta dan kamu rindukan, bembi yang dulu sering kamu peluk, seseorang yang pernah kamu inginkan untuk menghabiskan masa tua bersamamu. Ini aku seseorang yang telah kamu namai.... Bembi.