Aku ingin bersamamu, kemanapun, menuju tempat baru, kita berdua. Pertanyaannya, mau kah kamu bersamaku? Kita melangkah bersama, menuju hari esok yang lebih baik, melupakan masa lalu yang menyakitkan.
Aku masih menunggumu, dan akan terus menanti. Di halte bus, dimana bus akan membawa kita menuju lembaran baru. Jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan. Aku masih di sini. Menunggumu.
Kita akan mencari kebahagian baru, namun tidak akan ada kata kita bila hanya aku. Aku akan berusaha, namun bagaimana dengan kamu? Masihkah aku memiliki nilai bagimu? Aku inginkan kebahagiaanmu, senyummu, tawamu, cahayamu. Tidak inginkah kamu melihatku bahagia, tersenyum tertawa? Aku ingin menghabiskan masa tuaku bersamamu, kamu?
Aku tidak akan menuntutmu, tidak akan menggenggammu sangat erat, aku tidak akan menyakitimu. Aku mempercayaimu dan akan terus seperti itu, jangan kecewakan aku lagi sayang, jangan sakiti hatiku. Aku ingin mengobati luka hatimu, maukah kamu mengobati luka hatiku? Sebelumnya kita terjatuh, terluka. Maukah kamu untuk bangkit dan melangkah bersama? Bersama kita akan membuat langkah, mimpi, target, rencana jangka panjang, liburan, keliling dunia, kita akan menyibukkan diri dengan banyak cara untuk bahagia tanpa menyisakan waktu untuk memikirkan masa lalu.
Hatimu adalah sesuatu yang sangat indah bagiku. Aku percayakan hatiku padamu. Siapkah hatimu menuju kehidupan yang baru bersamaku. Ataukah ia masih dibayangi keresahan, kesedihan, kekecewaan atau pengharapan akan tujuan yang lain?
Mungkin aku terasa kekanakan, alay maupun childish. Namun taukah kamu sayang cinta tidak mengenal usia, seorang kakek akan merasa muda karena cinta, anak smp menjadi sangat dewasa karena cinta. Cinta akan membuat gairah yang sangat gila. Ntahlah aku pun tidak sanggup menahannya.
Aku begitu aktif, namun kamu begitu pasif. Aku tidak tau mengapa aku selalu ingin mendengar suaramu, berbicara denganmu. Tanpa kamu sadari, tanpa kamu pahami hatiku begitu perih menahan kerinduan. Memelukmu, menciummu, menggenggamu, merasakan aromamu. Itu karena kamu telah menjadi candu. Candu hatiku.
Sayang taukah kamu, aku tidak dapat menggapai bintang dilangit. Aku juga akan kedinginan di puncak himalaya. Aku juga tidak sanggup hidup terapung dilautan seumur hidup. Aku akan mati sayang. Yang aku butuhkan kamu, hanya cintamu. Bukalah hatimu, persilahkan aku masuk dan mewarnai kelam hatimu, izinkan aku menebarkan aromaku. Berikan kesempatan pada kita, untuk bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar