Hari ini hujan deras sejak pagi sampai sore. Deras. Banjir dimana - mana. Bembi sangat mengkhawatirkan dapur mungil kesayangan, kamar dan teras. Pagi ini ia mengendarai motor butut dengan banjir hampir di tiap titik rawan kota medan, jl. Sm raja, jl. Gelas, lapangan merdeka. Semua rata dengan air, lubang, got, parit, tidak ada yang terlihat lagi,
Kemana pun ia pergi ia selalu membawa pemberian bondet, kalung, gelang sampai cincin. Ia menari dengan kenangannya sendiri, ia melakukannya agar merasa bondet masih didekatnya. Meskipun ia sadar akan menyataan dimana ia sendirian.
Ada seseorang yang mengomentari tentang gelang yang ia kenakan, ia mengenakan banyak gelang yang hampir semua adalah kenangan, selain itu gelang - gelang itu juga digunakan sebagai tempat persembunyian kenangan lain. Kenangan tentang cinta.
Ia sungguh merindunya, sangat. Hari ini bembi sangat merindukan bondet. Ntah kapan kerinduannya akan mendapat respon, ia sendiri tidak pernah yakin. Bahkan ia merasa itu adalah hal yang mustahil.
Ia seperti angin yang berlalu, ada tapi tidak dianggap. Seperti pemain figuran yang halnya sekali lewat dimana tidak akan ada penonton yang mengenalnya. Seorang teman bercerita akan mengendarai train dari bangkok ke malaysia. Mereka memiliki kisah di train itu, di jalan itu, di kota itu.
Ia benci sekali ketika bondet selalu menggampangkan suatu masalah, sekarang bembi sendiri merasa seperti sesuatu yang gampang juga. Gampang untuk dilupakan.
Sudah lama bembi tidak menoton film, akhirnya ia menonton "radio galau fm".
Ada sedikit kemiripan hanya saja bembi tidak ingin seperti velin, ia akan selalu menunggu bara kembali. Ia tidak menyalahkan diandra. Yah velin memang memiliki kesalahan, ia meminta kesempatan, memohon kesempatan. Tidak ada wanita sempurna didunia, ia hanya meminta waktu untuk menjadi lebih baik.
Ntah kapan waktu itu, akan terjadi atau tidak. Bembi selalu berharap bertemu lagi dengannya, hal yang akan dilakukannya hanya 1. Ia tidak akan perduli lagi dengan apapun pendapat orang lain, karena ia sadar. Orang lain tidak akan pernah berhenti berkomentar. Dan kebahagiannya bukan tergantung orang lain. Yah hanya 1 yang akan ia lakukan. Sederhana, ia akan memeluknya erat dan takkan melepaskan genggamannya lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar