Apa yang terjadi, mengapa rasa ini muncul, rasa begitu menganggu, rasa yang sungguh membuatku tidak tenang. Ntah mengapa rasa sesak ini begitu nyata. Aku tidak tau mengapa rasa ini muncul dan tidak mau pergi. Apa yang kamu lakukan disana, apa yang kamu rasakan, apa yang terjadi padamu? Mengapa rasa ini tidak membiarkanku tenang, sementara aku menginginkan ketenangan bagimu. Apakah ketenanganmu akan menjadi kegelisahanku, kecemasanku, sakitnya sesak di dadaku?
Aku tidak ingin berfikir, tetapi apakah kamu pernah berfikir apa yang kamu lakukan akan berdampak padaku? Yah kamu pasti tidak akan berfikir itu, kamu tidak akan perduli karena kesakitanku, aku yang merasakannya, bukan kamu. Sungguh aku tidak ingin merasa sakit, hanya saja sakit yang kurasa muncul tidak bisa ku tolak.
Aku inginkan kebahagiaanmu, tapi ntah mengapa sakit yang kurasakan tidak ingin meninggalkanku. Sakit yang sungguh ingin ku usir. Bagaimanakah agar sakit ini hilang? Kamu berkata ikhlas, aku tidak tau apa yang harus kulakukan lagi untuk itu, jangankan ikhlas, aku pun telah pasrah, namun sakit itu sungguh tidak sedetikpun meninggalkanku.
Aku mencoba semuanya, percayalah. Tapi apa yang kudapat, hari ini pun keluargaku menyebut namamu. Kakakku berkata "memasak sayuran ini mengingatkan padanya, ia sangat suka, ia akan berkata enak sekali, ia akan langsung datang, ia akan makan lebih sepiring" mereka menceritakan responmu, reaksimu, kebiasaanmu. Ibuku, bapakku, palekku, semua ikut bersuara menyebut namamu. Aku hanya bisa berkata, kamu asam urat tetapi tetap bandal memakannya, sayur jengkol. Sambil tersenyum sewajar mungkin untuk menutupi kesedihanku.
Berada dikeramaian juga tidak menyelamatkanku dari kesepian, musik, film semuanya percuma, kerinduanku juga tidak pernah sampai pada hatimu. Sentuhan, belaianku, panggilanku tidak ada rasanya lagi bagimu. Kamu telah mati rasa padaku. Bagimu aku telah mati, hilang, lenyap, memuai, terhapus, terlupakan.
Aku mencoba segalanya, percayalah. Aku mencoba semua yang ku bisa untuk sedikit saja mengalihkanku dari kerinduan, dari kesepian. Namun tidak ada satupun yang berhasil mengusir bayangmu. Berlalu sedetik saja lalu wajahmu senyummu, bayanganmu kembali menari di pikiranku.
Aku sudah dibuang, aku kini berada di tempat sampah. Aku sudah ikhlas. Tidak bisakah sakit ini pergi meninggalkanku sendiri. Mengapa aku terus merasa sakit, lalu kepada siapa kesakitanku dapat kubagi? Aku tau penyebab semua ini, hanya karena satu hal yang sangat sederhana. Hanya karena rasa sayangku. Aku hanya ingin menyimpanmu selalu dihatiku, itu saja. Sakit tolonglah tinggalkan aku, aku tidak akan meminta banyak. Aku hanya ingin menyimpannya, menunggunya, menyayanginya. Aku tidak akan menuntut apapun lagi. Aku pasrah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar