Motor butut bocor lagi, padahal tadi pagi sudah ditambal. Hufft
Ngingetin waktu abis jonton di menplaz, ban bocor ditambal, jalan bentar eh bocor lagi. Nungguin dia balik ke bengkel minta di benerin. Inget waktu dia ngomel ngomel cerita kalo tukang tambal gak tanggung jawab minta dibayar lagi.
Sore ini jalan lewat polonia airport, sekarang namanya uda dirubah suwondo. Dulu sering jalan dari situ, pernah juga jemput dia tengah malam, naik motor butut ngebut dengan semangat demi ngejemput dia. Dia sang segalanya.
Inget banget setiap dia kemana aja selalu bawain sesuatu, dari underware, tanktop, baju sampai assesoris. Dia selalu memanjakan, dia semangatku. Aku selalu ngebut dengan semangat ketika menjemputnya kapan saja dan dimana saja. Di bank mestika, di tenoen cafe, dimana mana lah pokoknya.
Tapi oleh oleh terakhirnya menghujam jantungku, menghentakkan. Kata perpisahan. Ntah bagaimana aku bisa, aku ingin berhenti tapi semua yang kulalui melukiskan senyummu, gigi patahmu, gambarmu, suaramu, bekas luka bakatmu, aromamu, semua tentangmu,
Meski dirimu jauh, bayangmu begitu kentara dikota ini. Apa yang akan kamu rasakan bila kamu sebulan, seminggu atau sehari aja melalui kota ini. Apa yang kamu rasakan? Apakah aku berlebihan, apakah penglihatanku palsu, apakah aku hilang kesadaran, aku menantangmu. Untuk membuktikan tentang perasaanku, tentang kota ini, tentang kisah kita. Sungguhkah kamu lupa, coba dan buktikanlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar