Terjaga pukul 2 dini hari. Ingin bercerita banyak, hanya saja otaknya berasa kram. Ia tidak dapat berfikir. Iya hanya ingat, ia menangis hingga tertidur. Ia menjadi sungguh bodoh, ia tidak mengerti. Ia hanya ingin menanti.
Malam ini ia bermimpi buruk, sungguh mimpi yang menyedihkan, mimpi yang seakan nyata. Apakah gelangnya yang putus adalah suatu pertanda? Ia tidak ingin menduga, ia tidak perduli, ia hanya ingin menunggu dan terus menunggu.
Ia ingin seseorang tenang disana, ia selalu berkata "iyah" namun air matanya tak berhenti mengalir, sesak didadanya membuncah. Nyeri.
Ia terdiam, ia tidak bergairah, ia tidak bersemangat, ia hanya merasa sedih yang berkepanjangan. Ia merasa semakin hilang, ia putus asa. Tapi ia sungguh keras kepala, yah... ia hanya ingin menunggu dan terus menunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar