Malam lalu, malam ini masih sama. Ntah berapa malam lagi yang akan kulalui dalam hujan yang panjang. Hujan yang menggerogoti tubuhku. Tubuh yang hanya dilapisi kulit tipis berwarna kecoklatan dengan wajah tirus dan tatapan mata tanpa cahaya.
Hujan merampas senyumku, memenjaraku dalam ruang sempit, memenuhi pikiranku dengan keinginan dan harapan kosong. Kadang membuatku mual, ingin memuntahkan segalanya. Segala kekecewaan.
Untuk menghibur diriku sendiri, terkadang aku mendengarkan musik sambil berdansa. Sendirian. Sampai lelah, lalu menangis dan tertidur.
Namun hujan tak rela aku tenang, ia menggangguku, menarikku kedalam, agar aku merasakan kedinginan. Tak membiarkan tertidur pulas, terus menggodaku. Hanya 2 sampai 3 jam saja ia membiarkanku bermimpi. Mimpi yang indah.
Hujan panjang ini menghancurkanku. Kemanapun aku melangkah, hujan terus mengikutiku. Aku lelah, sungguh lelah. Aku ingin mengangkat tangan, mengibarkan bendera atau menekan tombol untuk menyatakan aku menyerah. Karena hujan telah membasahi seluruh tubuhku bahkan meresap sampai kedalam hatiku. Ya Tuhan aku berpasrah padamu, berilah aku hari yang indah, hari yang penuh warna, hari yang kulalui bersamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar