Selasa, 26 Januari 2016

Jejak Penguntit

Laksana penguntit aku terus memandangnya dari jauh, mengikuti langkahnya, dan mencari tahu apa yang terjadi padanya. Memandang fotonya, dan menciuminya. Tidur dengan pakainya dan memeluk guling berselimut pakaiannya juga. Aku seperti telah sakit. Penyakit yang dulu tak pernah kupahami.

Hatiku sendiri sering berperang. Ingin menyerah tapi bertahan. Ingin bahagia tapi ku bersedih. Setiap saat aku ingin tau apa ia baik - baik saja. Apa ia menjaga kesehatannya, apakah ia bahagia, ataukah ia sedang bersedih. Melihat WA nya kapan terakhir dia online dan apakah ada status di media sosialnya. Yah aku, sekarang aku adalah sang penguntit. Penguntit yang malang.

Aku begini karena ia sudah tak sudi, tak sudi mendengar suaraku, melihat wajahku. Dan tak sudi mengenang cintaku.

Suatu saat, saat dia mengingatku, walau hanya 1 menit dalam hatinya. Aku harap ia dapat mengerti apa yang kurasakan. Saat semua belum terlambat.

Karena aku sudah hidup dalam kehampaan, kesedihan yang menyesakkan. Hingga aku pun tak kan berfikir panjang lagi tentang langkahku, hidupku, tujuanku, maupun keselamatanku. Aku akan menciptakan banyak ceritaku saat tanpanya, bagaimana hancurnya hatiku, kesepianku, malam dingin ku, nafasku yang memanggil namanya dan air mataku yang mengalir ketika merindukannya.

Tetapi bila aku tiba - tiba hilang. Itu sungguhlah bukan keinginanku. Itu adalah salah satu doaku yang terkabul. Doa yang selalu kupanjatkan pada sang pencipta. Doaku sederhana, semoga aku dapat hidup bahagia, namun bila aku hidup dengan kesedihan yang tiada berakhir aku memohon agar sang pencipta mengambil apa yang telah dipinjamkan pada hambanya yang hina ini. Doa agar orang yang aku sayangi diampuni dosa - dosanya, hidup sehat dan bahagia, dan namamu tak pernah terlupa dalam doa. Saat aku bangun, beribadah sampai saat aku akan memejamkan mata.

Namun bila semua telah terlambat, carilah jejakku, bacalah ceritaku, kenanglah aku, dan hargailah cintaku, jangan pernah bersedih seperti yang kurasakan. Tetapi banggalah, karena ada seseorang yang begitu memujamu, mengagumimu dan sangat menyayangimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar