Jumat, 22 Januari 2016

Tumpukan Buku, CD, dan Cinta

Ratu (30) berjalan tertatih melintasi jalan yang semakin terasa melambat. Melewati jalanan kota yang semakin berpolusi. Sembari mengendarai motornya, fikirannya melayang, pada cerita. Pada masa itu.

Ratu menuangkan segelas wine, malam itu malam minggu. Malam yang begitu indah bagi sepasang kekasih. Duduk bersama dilantai sambil menonton CD, lalu Jendral berkata (30) "sayangku belilah kursi agar lebih beradap" lalu tertawa saling mengejek. Berkeliling kemanapun sesuai kenginan hati. "Aku akan selalu mencerikan cerita yang sering kamu lupa karena memori otak kamu yang minim, hahaha", begitulah candaan Jendral. Seperti film yang baru mereka tonton bersama. Ratu sering menangis karena film - film itu dan Jendral selalu menertawakannya. Mereka tergila - gila pada Buku, CD, pada cerita Cinta. Yah dulu begitu indah.

Berganti masa dimana mereka selalu berselisih paham, berdebat, berteriak, saling memaki dan menyakiti. Ratu sadar akan kesalahannya, namun hatinya bagaikan kumpulan benang kusut. Ia selalu merusaha mencari solusi agar hatinya tenang bersama Jendral. Meski pertengkaran selalu terjadi Ratu selalu setia menemani Jendral kemanapun dan menggenggam tangannya setiap saat. Meski bertengkar Ratu selalu memperhatikan kebutuhan Jendral sampai terkecil bahkan keinginannya yang tak terucap sekalipun.

Kini Jendral pamit pergi, meninggalkan Ratu dalam kesepian yang tiada tara karena Jendral tak kunjung kembali. Ratu bergerak perlahan seakan memapah gunung es melewati seluruh kenangan mencari jejak Jendral mencari aroma yang dirindunya agar kerinduannya berkurang. Ratu yang nestapa, hancur, dan terbuang.

Ratu menyendiri dalam keterpurukan, tidur bersama tumpukan buku dan CD. Dalam kepedihan ia paham, semakin ia mencintai seseorang semakin sakit ia merindukannya. Ratu berharap keajaiban muncul, mengembalikan Jendral, memeluknya, menciumnya dan menggenggamnya tangannya kembali selamanya.
Untuk itu ia akan bertahan untuk menunggu sang Jendral pemilik hati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar