Minggu, 24 Januari 2016

Terdampar

Menikmati lautan di malam dengan langit bertahta bintang. Yah ini yang dilakukan bembi. Ia berkeliling dari satu tampat ke tempat lain dengan kapal butut, ditemani sang tersayang.

Ketika mereka terbuai indahnya lautan terdengar suara dari dasar kapal "krek". Mereka saling memandang dan segera memeriksa suara itu. Mereka panik, saling memberi intruksi, saling memerintah dan saling menyalahkan. Hanya dalam hitungan jam kapal mareka mulai tenggelam. Mereka mulai mencari pegangan, pada apa saja untuk bertahan. Pada kayu yang terapung, pada apapun. Sang tersayang berusaha menggapainya dengan cara apapun. Namun arus memisahkan mereka. Terombang ambing tanpa tau tujuan, sendiri, dehidrasi, semua membuatnya letih. Matanya mulai terpejam dan ia pun mulai tak sadar.

Matahari membangunkannya, angin berbisik, dan aroma pasir menggelitik. Akhirnya bembi membuka mata, melihat sekeliling, tempat yang tak dikenal, dan sendirian. Ia segera berjalan mencari bantuan, namun itu seperti pulau tak berpenghuni. Ia lapar, menggigil kedinginan dan pucat. Yah pulau ini sepi kosong tanpa orang lain, tanpa manusia. Ia melepaskan pakaiannya untuk dikeringkan dipakai kembali lalu mencari apapun yang bisa dimakan.

Bembi masuk ke dalam hutan, ia pasrah akan nasibnya. Bertemu hewan buas ataupun memakan tanaman, buah yang beracun. Pepohonan menggores kulitnya, tp ia tidak merasa sakit, dan duri duri pun ikut menusuk kakinya. Ia melihat suatu pohon dengan buah, buah yg ia tidak kenal. Tapi ia tidak perduli, ia berusaha memanjat pohon itu. Dengan pakaian sobek dia duduk dibatang pohon, memakan buah sampai haus dan laparnya hilang. Menunggu sesaat terdiam dan akhirnya yakin, ia masih hidup.

Hutan ini sungguh sepi, ia hanya melihat burung di ujung pohon lain. Ia turun mencoba membuat sinyal bantuan, mencoba membuat api, mencoba segalanya. Ia mencari ujung hutan, namun langkahnya seakan tanpa akhir hingga langit menunjukkan akan berubah warna, mentari akan segera meninggalkannya dan dingin malam menyeringai garang siap melahapnya.

Dalam gelap ia mulai menggigil, berdoa seseorang menemukannya, berdoa sang tersayang selamat sedang mencarinya dan akan membawanya pulang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar